Jika sobat jeli ketika datang ke Jakarta Motorcycle Show 2008 lalu, Suzuki Skydrive Dynamatic 125 sudah diperkenalkan di stan Suzuki. Tapi, saat itu kenalannya agak malu-malu alias nggak terang-terangan. Macam jinak-jinak merpati, Skydrive kala itu dikamuflase dengan kelir krom di antara deretan motor konsep lain.

Profil Skydrive tidak diulas sendirian, tapi dipaparkan di antara ‘kakak-kakaknya’ yang sudah lebih dulu hadir. Yap, Suzuki Spin 125 dan Suzuki Skywave 125. Skubek yang bakal dilaunching akhir Maret atau awal April ini, melengkapi jajaran skubek Suzuki di semua segmen. Low-end, middle dan high-end.

Harga yang bakal dipatok untuk Skydrive, sekitar Rp 13 jutaan. Artinya nilai jual itu di antara Spin dan Skywave kan? Dengan kondisi ini, gimana dengan kelebihan yang ditawarkan. Untuk itu Skydrive dipertemukan langsung dengan kedua saudaranya. Gimana performa Skydrive di antara ‘mereka’. Mantapkan?

LEBIH MAKSIMAL DI PUTARAN ATAS

Penyemplak Spin 125 atau Skywave 125 pasti sudah tahu. Akselarasi kedua skubek ini tak diragukan. Meskipun untuk dapat tenaga putaran atas, Spin 125 sedikit pontang-panting dibanding Skywave 125 yang lebih sip melesat cepat.

Nah, Skydrive yang punya dimensi mirip Spin 125, rasanya tidak akan alami kendala seperti itu. Sebab meski sama-sama didukung volume silinder 124 cc (hasil dari bore 53,5 mm x stroke 55,2 mm), nyatanya engine Skydrive disuport komponen pendukung yang sedikit mengalami perubahan.

Perbedaan itu dirasakan saat terima tawaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk riding impresion di pabrik Suzuki Cakung, Bekasi Timur. Terbukti akselarasi tetap galak dan tak kekurangan power di gasingan atas. (Jelasnya baca ulasan riding impresion).

Ketika ditelusuri lebih dalam, benar aja tuh! Ternyata perubahan paling mencolok tampak pada boks filter dan silincer knalpot. Kedua part itu, di Skydrive memiliki dimensi lebih besar dari Spin 125 atau Skywave 125.

Terlihat dari saringan udara Skydrive. Bukan menghadap ke samping kanan macam Spin 125 atau kiri macam Skywave 125, tapi ke atas cuy! Sementara, silencer knalpotnya lebih besar dibanding keduanya.

Artinya perubahan yang terjadi di Skydrive diyakini melebihi kemampuan yang tak dimiliki Spin 125. Khususnya untuk memaksimalkan tenaga putaran atas. Belum lagi perubahan yang terjadi di setingan karburator, walau pabrikan mengaku kalau setingan tetap mengacu pada buku manual.

“Mestinya sih memang ada perubahan setingan komponen di karburator Mikuni BS26. Namun untuk saat ini masih mengacu pada buku panduan Skydrive yang tetap pakai seting Spin 125,” ungkap Firdaus, staf Suzuki Training 2W PT SIS di Kawasan Industri Pulogadung.

Komponen lain yang diklaim mampu meningkatkan performa Skydrive adalah proses pendinginan mesin dan rumah CVT yang lebih optimal. Terlihat pada penerapan 3 lubang pendinginan di rumah CVT dan perubahan bentuk sirip cover kipas pendingin mesin.

“Dengan penambahan dan perubahan komponen ini, pendinginan di mesin dan rumah CVT bisa optimal. Motor tak gampang kepanasan yang jadi penyebab utama turunnya power,” kata Firdaus sambil menujuk karbu Skydrive pakai autochoke. Sip!

PERPADUAN SPIN DAN SKYWAVE

Desain Skydrive Dynamatic 125 ini, menampung kelebihan desain dan fitur yang ada pada Spin 125 dan Skywave 125. Istilah kata, Skydrive ada di tengah. Gitchu, deh! Sejumlah keunggulan dari keduanya juga diambil.

Coba diurut dari dimensinya. Panjang keseluruhan 1.900 mm. Itu artinya lebih pendek dibanding Skywave yang 1.935 mm, meski lebih panjang dibanding Spin 125 yang 1.859 mm (lebih jelasnya, lihat perbandingan dimensinya).

Walau tidak segambot Skywave 125, tapi soal bentuk modern aerodinamisnya cukup menyerupai. Bahkan secara keseluruhan, unsur sporty dan dinamis justru lebih kental. Dilihat dari bentuk keseluruhan cover depan, lampu, sampai buritan yang mirip moge sport masa kini.

Bahkan, bentuk cover setang dibuat lebih ramping. Master rem sampai nongol cuma ketutup sebagian. Meski awalnya sedikit terasa aneh, tapi setelah lama berkenalan jadi terbiasa.

Tengok juga bagian dek atau pijakan kaki tengah. Ketimbang Spin 125, posisi kaki di Skydrive jauh lebih leluasa. Karena lekukan bodi depan lebih memungkinkan dengkul maju. Kan dibuat kayak Skywave 125 yang melengkung di bagian tengah dan maju ke depan.

Mungkin karena Skydrive juga mengapalikasi kompartemen macam di Skywave 125 ya? Tapi bagusnya, dek di Skydrive tidak seperti Skywave 125. Lebih mirip Spin 125! Jadi, gak ada sekat antara kaki kanan dan kiri. Posisi kaki juga lebih leluasa. Sementara untuk barang bawaan, maaf kalau cara ini tidak dianjurkan secara safety riding.

Soal desain pijakan kaki boncenger, lebih menyerupai Spin 125. Begitu juga sok tunggal di belakang dan tidak ada filter udara yang ada di atas CVT. Efeknya, ban gambot juga mudah diterapkan. Lha wong bawaan standar aja sudah lebih besar dari Spin 125 atau Skywave 125.

Ban belakang, punya ukuran 90/90-14. Sementara ban depan 80/90-14. Kalaupun mau digedein lagi, lebih mudah diakalin dibanding Skywave 125? Sayangnya, meski bodi sudah mendekati Skywave 125, tapi bagasi tetap enggak seluas Skywave 125.

Tapi paling tidak, bentuk footstep boncenger membawa ide baru. Konsep seperti ini tidak ditemui pada dua skubek pendahulunya. Secara desain keseluruhan, Skydrive cukup menawan dan layak jadi pilihan?

RIDING IMPRESSION

Makin menarik lagi, bicara soal performa handling yang ditawarkan. Skydrive juga tidak kalah lincah diajak selap-selip di antara deretan handicap di depan mata. Karakter ini, gak jauh beda dengan lincahnya Spin 125.

Gitu juga ketika diajak manuver di tikungan dengan sudut parabola. Skydrive terasa mantap dan tak ada gelaja limbung. Karakter satu ini, lebih mirip dengan Skywave yang ditopang dua sok belakang. Yap, kanan dan kiri. Enggak sebelah kiri doang.

Selain lebih stabil di tikungan, akselerasi bawah dan atas Skydrive terasa mantap. Pelintiran grip gas yang semakin dalam, tetap mengeluarkan power responsif. Sama halnya dengan Skywave 125 yang punya respon lebih mantap ketimbang Spin 125.

Kelebihan lain yang enggak dimiliki Spin 125 di Skydrive ini, yaitu pengereman. Rem belakang terasa lebih menggigit pakem ketika tuas rem ditarik sejadinya. So, ketika tuas di rem depan juga ditarik, motor pun berhenti sempurna di titik yang diinginkan.

DIMENSI SKYWAVE 125

Panjang keseluruhan : 1.935 mm
Lebar keseluruhan : 670 mm
Tinggi keseluruhan : 1.070 mm
Jarak antara as roda : 1.285 mm
Jarak mesin ke tanah : 140 mm
Berat : 113 kg

DIMENSI SPIN 125

Panjang keseluruhan : 1.859 mm
Lebar keseluruhan : 654 mm
Tinggi keseluruhan : 1.046 mm
Jarak antara as roda : 1.244 mm
Jarak mesin ke tanah : 145 mm
Berat : 93 kg

DIMENSI SKYDRIVE DYNAMATIC

Panjang keseluruhan : 1.900 mm
Lebar keseluruhan : 655 mm
Tinggi keseluruhan : 1.050 mm
Jarak antara as roda : 1.265 mm
Jarak terendah dari tanah : 155 mm
Ketinggian tempat duduk : 760 mm
Berat : 108 kg

Sumber: http://www.motorplus-0nline.com/index.php/article/detail/id/759

About these ads